Sajak Senja di Kuningan






Naluri langkah menuntun kemari

tipu daya masalah duniawi melekat disana

di balik sekat pencakar langit itu

jika banyak orang melewatkan senja sore ini, tidak begitu denganku.

jenuh menyelimuti

dalam bias kaca gedung bersatu

lembayung senja membujuk

angin sore mengikat

jari menyentuh padang hijau ini

ku saksikan ringan nya tawa itu

kelima indra ku terenyuh

diri yang hilang jauh dalam hingar bingar

kesederhanaan itu menjatuhkan ku ke tanah

menghapus kesenjangan yang ada di depan mata

pemandangan yang menentramkan batin

membuat ku duduk,

sakit beranjak

rebab jawa menghanyutkan

hening yang tak berkesudahan

manusia di dalam diri

jiwa dan kesendirian

mengaduk aduk

pertanyaan datang silih berganti

dihiraukan, tak dihiraukan

mengundang untuk datang

lantas,




Kemana mereka menyembunyikan perasaan mereka disaat menyakiti hati orang lain?

Comments